
Kota Jambi - Balai Bahasa Provinsi Jambi sukses menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para pemangku kepentingan di Kota Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Hotel Kota Jambi pada hari Rabu, 6 Agustus 2025, dan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas para Kepala Madrasah dari berbagai jenjang di bawah naungan Kementerian Agama Kota Jambi, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari madrasah dan sekolah negeri maupun swasta, serta para pegawai dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Hadir pula perwakilan dari MTs Negeri 3 Kota Jambi, yaitu Anita Safitri, S.Pd., Rislindawati, S.Pd., dan Kepala Madrasah, Risastri Gusmahansyah, S.Pd., M.Si.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di berbagai sektor kehidupan, khususnya di lingkungan pendidikan dan pemerintahan. Selain itu, sosialisasi ini juga memperkenalkan UKBI Adaptif Merdeka sebagai instrumen sahih dan andal untuk mengukur kompetensi kebahasaan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis teknologi.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi, Drs. Muhammad Muis, M.Hum., yang dalam sambutannya menekankan peran penting para pemangku kepentingan dalam mendorong penguatan budaya literasi, peningkatan mutu berbahasa, dan penegakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan.
“Kualitas berbahasa mencerminkan kualitas berpikir. Kita ingin para pendidik dan pemimpin lembaga menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis. UKBI adalah alat ukur yang tepat untuk mendukung visi tersebut,†ujar Muhammad Muis dalam sambutannya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Dedi Irama, S.Sos., M.AB., selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Dalam paparannya, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif peningkatan mutu bahasa yang digagas oleh Balai Bahasa, khususnya dalam konteks pendidikan madrasah dan lembaga keagamaan.

“Pendidikan madrasah tidak hanya membentuk insan yang religius, tetapi juga yang komunikatif dan literat. Bahasa Indonesia adalah alat pemersatu bangsa, dan kita semua bertanggung jawab menjaganya. Kegiatan seperti ini harus diperluas cakupannya, dan kami dari Kanwil siap bersinergi dalam program-program penguatan bahasa di sekolah dan madrasah,†ungkap Dr. Dedi.
Sesi sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber utama, Elva Yusanti, S.S., M.Hum., dari Balai Bahasa Propinsi Jambi. Beliau menjelaskan secara rinci tentang latar belakang lahirnya UKBI Adaptif Merdeka, struktur dan jenis soal yang diujikan, hingga bagaimana hasil UKBI dapat digunakan untuk memetakan kemampuan berbahasa peserta, baik di kalangan pelajar, tenaga pendidik, hingga ASN.
Para peserta tampak antusias dalam sesi tanya jawab, terutama ketika membahas keterkaitan antara hasil UKBI dengan strategi peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di madrasah.
Setelah sesi istirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang dimulai pada pukul 13.00 WIB. Peserta mengikuti tes berbasis komputer yang terdiri atas beberapa segmen: Menyimak, Merespons Kaidah, Membaca, Menulis, dan Berbicara. Setiap segmen mengukur aspek spesifik dari kemampuan berbahasa yang disesuaikan dengan tingkat kompetensi masing-masing peserta.
Pada akhir kegiatan, diumumkan hasil tes UKBI, di mana salah satu guru dari MTs Negeri 3 Kota Jambi, Anita Safitri, S.Pd., berhasil meraih peringkat kedua dengan nilai tertinggi di antara seluruh peserta. Prestasi ini mendapat sambutan hangat dari para peserta dan apresiasi dari pihak panitia penyelenggara sebagai wujud nyata komitmen guru dalam meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan bahasa Indonesia.
Dalam wawancara singkat, Anita Safitri, S.Pd., mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas capaian tersebut.
“Saya tidak menyangka bisa meraih peringkat kedua. Awalnya saya hanya ingin belajar dan mengukur kemampuan diri. Tapi ternyata hasilnya sangat membanggakan. Ini menjadi cambuk bagi saya pribadi untuk terus belajar dan berkontribusi dalam pembelajaran bahasa yang lebih bermakna di madrasah. Saya juga bersyukur karena madrasah kami selalu memberikan dukungan penuh dalam setiap kegiatan peningkatan kompetensi,†ujar Anita dengan mata berkaca-kaca.

Kepala MTs Negeri 3 Kota Jambi, Risastri Gusmahansyah, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga atas pencapaian guru kami. Ini menjadi motivasi bagi seluruh pendidik di MTs Negeri 3 Kota Jambi untuk terus meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam penguasaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi profesional. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa Jambi yang telah memberikan ruang belajar dan berkompetisi secara sehat bagi para guru. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin yang menjangkau lebih banyak satuan pendidikan,†ujar Risastri.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta, serta ajakan dari panitia kepada seluruh peserta untuk menjadikan UKBI sebagai bagian dari program peningkatan mutu SDM di institusi masing-masing.
Balai Bahasa Jambi berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih literat, komunikatif, dan nasionalis. UKBI diharapkan dapat menjadi tolok ukur kompetensi berbahasa Indonesia yang terstandar nasional, dan menjadi bagian dari kebijakan strategis dalam pembinaan bahasa di masa mendatang.
Penulis : Nuri Wulandari
Editor : Rini Febriani Hauri
|
4097x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...