
Kota Jambi, Museum Siginjei menjadi saksi kreativitas generasi muda dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat SLTP, Selasa (23/9/2025). Lomba ini dikuti oleh 50 pelajar se-Kota Jambi. Naqiya Zivana, siswi MTsN 3 Kota Jambi berhasil meraih Juara Harapan 3 berkat karya dan penampilannya yang memikat.
Lomba yang mengusung tema Museum di Hatiku, Lestari Budayaku. dipilih sebagai ajakan bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan museum dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi. Museum tidak hanya berperan sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang mampu melestarikan nilai budaya melalui cara-cara kreatif, salah satunya lewat sastra.

Menurut panitia, penilaian lomba didasarkan pada ekspresi, intonasi, dan orisinalitas karya. Setiap peserta ditantang untuk tidak hanya mampu menulis puisi yang baik, tetapi juga membacakannya dengan indah sehingga pesan dalam bait-bait puisi dapat tersampaikan kepada pendengar. Dari segi inilah, Naqiya berhasil menonjol. Puisinya yang orisinal, dipadukan dengan suara yang mantap, intonasi terjaga, dan ekspresi wajah yang menyentuh, membuat penampilannya memikat perhatian dewan juri.
Awalnya saya sempat ragu karena melihat karya teman-teman lain sangat bagus. Tapi saya mencoba percaya diri dan berusaha membacakan puisi seindah mungkin. Alhamdulillah, akhirnya bisa membawa pulang juara harapan 3, ungkap Naqiya dengan senyum bangga.

Selain piala dan sertifikat, Naqiya juga menerima uang pembinaan sebesar Rp.400.000, 00. Namun bagi Naqiya, yang paling berharga bukanlah hadiah, melainkan pengalaman berkesan yang semakin menumbuhkan rasa percaya diri. Kemenangan ini membuat saya lebih yakin untuk terus menulis sekaligus membacakan puisi. Semoga ke depan saya bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi, tambahnya.
Keberhasilan Naqiya menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga bisa memaknai budaya melalui medium sastra. Melalui lomba ini, Museum Siginjei berhasil menghidupkan suasana yang tidak sekadar menampilkan benda bersejarah, melainkan juga menghadirkan interaksi budaya yang nyata. Peserta lomba tampak antusias, sementara penonton larut dalam suasana syahdu setiap kali puisi dibacakan.
Untuk penulisan puisi, Naqiya berlatih dengan Ustaza Rini, sementara Latihan pembacaan puisi, Naqiya berlatih dengan Ustaza Anita. Sinergi antara guru Bahasa Indonesia yang kompak dan membuahkan hasil.
Dengan adanya kegiatan semacam ini, museum benar-benar menjadi ruang inspirasi. Setiap bait puisi yang lahir dari imajinasi siswa merupakan wujud nyata cinta budaya yang diwariskan lewat kata-kata. Dari sanalah nilai sejarah tidak hanya diingat, tetapi juga dihayati, ditularkan, dan dilestarikan.
Penulis : Anita Safitri, S.Pd.
Editor : Rini Febriani Hauri
|
1635x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...