
Jakarta - MTsN 3 Kota Jambi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan terpilih sebagai salah satu dari 12 madrasah pilot project Kurikulum Berbasis Cinta di Indonesia. Sebagai perwakilan madrasah, Martini, S.Pd, selaku Wakil Kepala Urusan Kurikulum (Wakakur) MTsN 3 Kota Jambi, mengikuti Lokakarya Penyusunan Modul Bahan Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di Orchardz Hotel Industri, Jakarta Pusat, pada 8 - 10 Oktober 2025.
Lokakarya ini menjadi langkah awal penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah terobosan baru Kementerian Agama yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan spiritualitas dalam proses belajar mengajar di madrasah. Kegiatan tersebut berfokus pada pembuatan dan penyusunan modul ajar yang selaras dengan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan, agar pembelajaran tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan moral peserta didik.

Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berakhlak, dan peduli.
"Madrasah bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta," ujarnya.
Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan bimbingan intensif dari tim penyusun Kurikulum Cinta, yaitu Dr. Rifqi dan Nurelah, M.Pd. Mereka mendampingi para guru dalam merancang modul ajar yang mengintegrasikan nilai kasih, empati, dan spiritualitas dalam setiap kompetensi pembelajaran.

Menurut Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M., partisipasi guru-guru pilihan seperti Martini menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih manusiawi.
"Guru-guru dari madrasah pilot project seperti MTsN 3 Kota Jambi menjadi bukti bahwa madrasah siap menjadi pelopor pendidikan berbasis kasih dan kepedulian," uturnya.
Bagi Martini, S.Pd, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperkaya strategi pembelajaran di madrasah.
"Melalui kegiatan ini, saya belajar bagaimana membuat modul ajar yang tidak hanya fokus pada target akademik, tapi juga menumbuhkan kepedulian dan kasih dalam diri siswa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Kota Jambi, Risatri Gusmahansyah, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan apresiasinya.
"Kami bangga MTsN 3 Kota Jambi dipercaya sebagai salah satu madrasah percontohan Kurikulum Cinta. Ini menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus berinovasi dan mengembangkan pembelajaran yang membentuk karakter penuh cinta dan empati," ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar hasil penyusunan modul ajar ini segera diterapkan di madrasah pilot project di seluruh Indonesia.

"Kurikulum Cinta adalah langkah untuk membangun ekosistem belajar yang berlandaskan kasih dan kepedulian. Semoga semangat ini menular ke seluruh madrasah di tanah air," pungkas Dr. Abdul Basit.
Dengan semangat tersebut, MTsN 3 Kota Jambi siap berperan aktif dalam gerakan baru pendidikan madrasah - pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati yang penuh kasih dan kepedulian.
Penulis : Rini Febriani Hauri
Editor : Rini Febriani Hauri
|
681x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...