
Jakarta (Kemenag) — Dunia pendidikan madrasah kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Rini Febriani, S.Pd., guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Jambi sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama RI, berhasil meraih Juara 2 Lomba Penulisan Cerpen Internasional Piala H.B. Jassin 2025.
Pengumuman pemenang berlangsung meriah di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (18/10/2025) pukul 18.00 WIB. Ajang bergengsi ini diikuti lebih dari 9.000 penulis dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Australia, Belanda, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.
Rini menembus ketatnya persaingan internasional lewat cerpen berjudul Tiga Kematian Dayang Temulun, karya yang menyalakan kembali suara ekologi dan perempuan di tengah krisis lingkungan. Cerita ini berlatar di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, dan mengisahkan roh seorang perempuan rimba yang mengalami tiga kematian—sebagai manusia, sebagai pohon, dan sebagai kabut—namun tetap menjaga cinta dan bumi yang melahirkannya.
Melalui gaya tutur simbolik dan puitik, Rini menulis kisah tersebut dalam waktu satu minggu. Dua hari di akhir pekan ia curahkan sepenuhnya untuk menulis, hanya berhenti untuk salat dan makan.
“Saya menulis tentang hutan karena saya punya ketertarikan besar terhadap ekologi,” ungkapnya.

“Ketika riset ke Taman Nasional Bukit Duabelas, saya mendengar suara gergaji dan penebangan pohon. Orang Rimba merasa kehilangan, karena bagi mereka, pohon-pohon adalah saudara kandung.”
Cinta Rini terhadap sastra sudah tumbuh sejak masa kuliah. Ia mengaku awalnya hanya berharap menjadi finalis agar bisa membawa pulang hadiah senilai Rp5 juta. Namun tak disangka, cerpennya menembus posisi Juara 2 Internasional dengan hadiah sebesar Rp13 juta.
“Saat menulis Tiga Kematian Dayang Temulun, saya tidak pernah membayangkan cerita ini akan berjalan sejauh ini. Saya hanya ingin menuliskan suara yang hampir hilang—suara perempuan, suara tanah, dan suara hutan yang mulai dilupakan,” ujarnya penuh haru.
Rini juga turut mengikuti Lomba Kritik Sastra Piala H.B. Jassin 2025, meski belum berhasil meraih juara. Namun baginya, pengalaman itu menjadi laboratorium penting dalam memperdalam wawasan dan memperkaya perspektifnya sebagai pendidik sekaligus penulis. Baginya, sastra bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ruang spiritual yang menumbuhkan empati.
“Sastra adalah cara manusia mencintai dunia dengan kelembutan, dengan ingatan, dan dengan doa yang tak bersuara. Semoga cerita ini menjadi pengingat bahwa bahkan setelah tiga kali kematian, cinta selalu menemukan cara untuk hidup kembali,” tutur Rini lirih.
Selain mengajar Bahasa Indonesia, Rini dikenal aktif sebagai Koordinator Humas MTsN 3 Kota Jambi. Ia menjadi motor penggerak dalam pengelolaan media sosial, website, dan podcast madrasah. Melalui ruang-ruang digital itu, ia menanamkan semangat literasi, komunikasi positif, dan publikasi inspiratif di lingkungan madrasah.
Rekan-rekan guru dan siswa mengenalnya sebagai sosok yang rendah hati, kreatif, dan berjiwa kepemimpinan. Ia mampu menjembatani dunia pendidikan dengan dinamika komunikasi publik yang modern.
Prestasi internasional ini melengkapi perjalanan panjang Rini di dunia literasi dan pendidikan.
2023: Menerima Anugerah GTK Kemenag RI sebagai Guru Favorit kategori Inspiratif.
2024: Terpilih sebagai Penulis Instrumen Literasi Membaca AKMI Direktorat KSKK Madrasah.
Juli 2025: Lolos Beasiswa Indonesia Bangkit Kementeterian Agama RI.
Agustus 2025: Meraih Juara 3 Lomba Penulisan Esai Nasional yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Keberhasilan Rini Febriani bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti nyata bahwa ASN Kementerian Agama mampu menembus batas ruang dan bahasa. Melalui karya sastra, guru madrasah menunjukkan bahwa pendidikan Islam modern dapat berpadu dengan kemajuan literasi dunia.
Sumber: Pendis Kemenag RI
|
624x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...