
Kota Jambi - Sejarah tidak selalu hadir dalam barisan angka dan tahun. Ia kadang menjelma menjadi suara mengalun pelan melalui bait puisi, hidup dalam irama musik, dan menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya. Di pelataran Museum Perjuangan Rakyat Jambi, sejarah itu kembali bernapas, dipertemukan dengan generasi muda yang merayakannya lewat seni.
Pada 24 November 2025, suasana museum berubah menjadi ruang refleksi sekaligus panggung kreativitas. Lomba Musikalisasi Puisi Perjuangan tingkat provinsi ini bertema "Jelajahi Sejarah, Temukan Inspirasi". Lomba ini mempertemukan 15 tim dari Kota Jambi, Muaro Jambi, hingga Sarolangun. Setiap tim datang membawa puisi, alat musik, dan satu tujuan yang sama, yakni menghidupkan kembali nilai perjuangan dalam bahasa seni.

Di antara para peserta, MTs Negeri 3 Kota Jambi kembali melangkah dengan keyakinan. Tahun ini, mereka memilih puisi berjudul "Pewaris Kisah", karya Atthayya Syifa Azzahra, sebuah puisi yang berbicara tentang tanggung jawab generasi muda dalam menjaga api perjuangan.
Di bawah pendampingan Medi Saputra, S.Sn, puisi tersebut tidak sekadar dibacakan, melainkan dirangkai menjadi komposisi musik yang menyatu dengan makna. Atthayya Syifa Azzahra dan Reizo Putra Pratama mengisi vokal dengan penghayatan mendalam. Denting gitar M. Azzam Fahreza dan Muhammad Januar Kabir Amri mengalir tenang, berpadu dengan ketukan perkusi M. Syakib Al-Fatih yang menjaga ritme emosi.
Proses menuju panggung bukanlah perjalanan singkat. Latihan demi latihan dijalani untuk menemukan keseimbangan antara kata dan nada. Tantangan terbesarnya adalah menjaga ruh puisi agar tidak hilang di balik musik.
"Kami ingin puisi ini tidak hanya terdengar, tapi juga terasa. Setiap larik harus sampai ke hati penonton,"ungkap Atthayya Syifa Azzahra.

Saat tampil di hadapan juri, suasana hening menyelimuti area pertunjukan. Penonton larut dalam alunan musik, seolah diajak menengok kembali masa lalu tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Usaha tersebut berbuah prestasi. MTs Negeri 3 Kota Jambi berhasil menyabet Juara 2, bersanding dengan SMP Negeri 5 Kota Jambi sebagai Juara 1 dan SMP Negeri 1 Kota Jambi di posisi Juara 3. Sementara Juara Harapan diraih oleh SMP Al-Azhar Kota Jambi, SMP Negeri 11 Kota Jambi, dan SMP Xaverius 1 Kota Jambi. Beberapa sekolah lain masuk dalam nominasi, menandakan ketatnya persaingan.
Prestasi ini terasa istimewa karena menjadi tahun ketiga berturut-turut MTs Negeri 3 Kota Jambi mengikuti ajang yang sama. Tahun 2023 mereka langsung mencuri perhatian dengan Juara 1. Tahun 2024 berlanjut dengan Juara Harapan 3. Dan tahun 2025, konsistensi itu kembali terjaga dengan Juara 2.
"Bagi kami, prestasi hanyalah bonus. Yang terpenting adalah proses belajar siswa belajar disiplin, percaya diri, dan memahami nilai perjuangan melalui seni," tutur Medi Saputra, S.Sn, guru pendamping.
Selanjutnya Kepala MTsN 3 Kota Jambi, Risatri Gusmahansyah, S.Pd., M.Si, mengatakan bahwa prestasi ini bukan hanya membanggakan madrasah, tetapi juga menunjukkan bahwa kreativitas, kepekaan rasa, dan kerja keras dapat berjalan seiring dengan semangat belajar. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa seni memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kehalusan budi pekerti peserta didik.
"Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama MTsN 3 Kota Jambi di berbagai ajang prestasi lainnya. Terima kasih kepada para pembina dan semua pihak yang telah mendukung proses ini," tambahnya.

Bagi warga madrasah, musikalisasi puisi bukan sekadar lomba, melainkan ruang pendidikan karakter. Dari panggung sederhana di pelataran museum, siswa belajar bahwa sejarah bukan sesuatu yang jauh, melainkan warisan yang harus terus dijaga dan dimaknai.
Seni, pada akhirnya, menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, dan menjadikan generasi muda sebagai pewaris kisah yang sesungguhnya.
Penulis : Anita Safitri
Editor : Rini Febriani Hauri
|
67x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...