
Kota Jambi - Senyum sumringah itu merekah lebar di wajah Risatri Gusmahansyah, S.Pd., M.Si., Kepala MTsN 3 Kota Jambi. Di atas panggung utama puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama. Beliau melangkah mantap menerima piagam penghargaan. Tepuk tangan mengalun, kamera berkilat, dan sejenak panggung menjadi saksi dari kerja keras yang akhirnya menemukan pengakuannya.
Momen itu berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertepatan dengan Tasyakuran Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi di Telanai Pura Kota Jambi. Acara tasyakuran tersebut dikemas hangat melalui tradisi Kenduri Makan Besamo, sebuah simbol kebersamaan, syukur, dan kekeluargaan di lingkungan Kementerian Agama.

Pada hari yang sama, melalui pengumuman resmi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, MTsN 3 Kota Jambi dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Website Madrasah Kategori Inovasi Media Pembelajaran tingkat Provinsi Jambi. Lomba ini diikuti oleh seluruh madrasah negeri se-Provinsi Jambi, dengan penilaian terhadap pengelolaan website selama periode 1 Januari hingga 10 Desember 2025.
Namun, di balik gemerlap acara tasyakuran dan riuh Kenduri Makan Besamo, tersimpan cerita sunyi tentang ketekunan para guru. Website MTsN 3 Kota Jambi dikelola oleh tiga guru muda, yakni Anita Safitri, Nuri Wulandari, dan Rini Febriani, yang menjalani peran ganda setiap harinya. Meski jam mengajarnya padat, mereka tetap semangat menghidupkan website madrasah agar terus menyala.

Di pagi hingga siang hari, mereka berdiri di depan kelas, mengajar dan membimbing siswa. Namun ketika bel pulang berbunyi dan aktivitas madrasah mulai mereda, pekerjaan lain menanti. Waktu luang di sela-sela kesibukan dimanfaatkan untuk mengisi dan memperbarui konten website madrasah.
Materi pembelajaran digital diunggah satu per satu. Modul pembelajaran disunting ulang agar mudah dipahami. RPP dan LKPD ditata rapi. Evaluasi, latihan soal, dan kuis interaktif disiapkan agar siswa dapat belajar mandiri. Buku ajar, bahan bacaan tambahan, presentasi pembelajaran, hingga video pembelajaran terus diperbarui mengikuti kebutuhan zaman.
Tak jarang, pekerjaan itu berlanjut hingga larut malam. Begadang sampai tengah malam menjadi bagian dari rutinitas. Saat sebagian orang terlelap, cahaya layar laptop masih menyala, menemani secangkir kopi dan tekad yang tak goyah.
“Kami mengerjakannya di waktu senggang, kadang baru bisa fokus malam hari. Capek pasti, tapi ada kepuasan tersendiri saat melihat website benar-benar digunakan sebagai media pembelajaran,” ungkap Anita, Guru Bahasa Indonesia.

Bagi Kepala MTsN 3 Kota Jambi, Risatri Gusmahansyah, perjuangan tersebut adalah wajah asli dedikasi guru madrasah.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang juara. Ini tentang keikhlasan guru-guru yang rela mengorbankan waktu istirahatnya demi kemajuan madrasah. Website ini kami bangun sebagai ruang belajar, bukan sekadar untuk lomba,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa website madrasah harus menjadi perpanjangan ruang kelas, tempat inovasi tumbuh dan pembelajaran terus berlangsung, kapan pun dan di mana pun.
Di tengah suasana Tasyakuran HAB ke-80 dan kebersamaan dalam Kenduri Makan Besamo, penghargaan yang diterima MTsN 3 Kota Jambi terasa semakin bermakna. Ia menjadi simbol bahwa kerja-kerja sunyi di balik layar—klik demi klik, unggahan demi unggahan, dan begadang demi begadang—akhirnya menemukan panggungnya.
Dan pada Sabtu itu, senyum sumringah Kepala MTsN 3 Kota Jambi bukan sekadar ekspresi bahagia. Ia adalah cermin dari semangat para guru yang memilih tetap menyalakan cahaya pembelajaran, bahkan ketika malam telah larut, demi masa depan pendidikan madrasah.
Penulis : Rini Febriani Hauri
Editor : Rini Febriani Hauri
|
71x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...