
Kota Jambi - Tidak pernah terbayang sebelumnya oleh Rini Febriani bahwa tahun pertama studinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membawanya ke berbagai forum akademik internasional. Guru MTsN 3 Kota Jambi yang saat ini sedang menempuh studi Magister Sastra di Fakultas Ilmu Budaya UGM melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI tersebut berhasil lolos sebagai peserta dan presenter dalam sejumlah kegiatan akademik internasional, bahkan ketika ia belum menyelesaikan satu semester perkuliahan.
Kesempatan tersebut bermula dari informasi yang dibagikan oleh Ramayda Akmal, dosen Program Magister Sastra UGM. Berbekal rasa ingin tahu dan keinginan untuk memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas, Rini memberanikan diri mendaftar berbagai program internasional meskipun masih berstatus mahasiswa semester satu. Tanpa ekspektasi yang tinggi, ia mengirimkan aplikasi dan abstrak penelitian ke sejumlah forum internasional yang terbuka bagi mahasiswa.
Saat itu, mahasiswa yang berhasil lolos summer school sebenarnya diberi kesempatan untuk mengonversi mata kuliah Naratologi sehingga tidak perlu mengikuti Ujian Akhir Semester. Namun, setelah dinyatakan lolos, Rini justru memilih tetap menjalani keduanya. Ia meminta izin untuk mengikuti seluruh rangkaian summer school sekaligus menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Naratologi. Baginya, kesempatan mengikuti forum internasional merupakan pengalaman yang belum tentu datang dua kali, sementara proses menyelesaikan tugas akademik tetap menjadi bagian penting dari pembelajarannya sebagai mahasiswa. Keputusan tersebut membuatnya harus membagi waktu antara perkuliahan, proyek kelompok internasional, dan penyusunan tugas akhir, tetapi juga memberinya ruang untuk belajar lebih banyak dari kedua pengalaman tersebut.

Kesempatan pertama datang melalui International Online Summer School Green Skills in Action: Environmental Challenges in Asia and Europe yang diselenggarakan oleh Department of Asian Studies, Palacký University Olomouc, Republik Ceko. Program yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara secara daring untuk mendiskusikan berbagai tantangan lingkungan dari perspektif sosial, budaya, politik, ekonomi, hingga sastra. Kegiatan kemudian ditutup dengan presentasi proyek kelompok internasional pada 15 Juni 2026.
Dalam presentasi tersebut, Rini bersama kelompoknya membahas berbagai temuan yang diperoleh selama program. Salah satu hal yang paling membekas baginya adalah kesadaran bahwa persoalan lingkungan sering kali tidak dapat dipisahkan dari persoalan sosial dan politik. Ia menyoroti bagaimana proyek pembangunan berkelanjutan dapat berdampak pada masyarakat lokal, bagaimana hilangnya pengetahuan tradisional dapat mengurangi ketahanan komunitas, serta bagaimana pariwisata dan konservasi terkadang justru mengubah alam dan budaya menjadi komoditas. Pengalaman tersebut memberinya perspektif baru mengenai hubungan antara lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Selanjutnya, Rini juga dinyatakan lolos sebagai oral presenter pada konferensi internasional yang diselenggarakan National Chengchi University (NCCU), Taiwan, pada 14–15 November 2026 mendatang. Bagi Rini, kesempatan tersebut terasa istimewa karena diraih saat dirinya masih berada pada semester pertama studi Magister Sastra UGM.
Di sisi lain, pencapaian tersebut masih terasa tidak terduga. Sebagai mahasiswa yang baru memasuki semester pertama, ia awalnya hanya ingin mencoba memanfaatkan berbagai peluang akademik yang diinformasikan oleh dosen-dosennya.
"Awalnya saya hanya berpikir tidak ada salahnya mencoba. Saya bahkan tidak menyangka bisa lolos pada kesempatan-kesempatan tersebut. Sebagai mahasiswa semester satu, tentu saya masih banyak belajar. Karena itu, pengalaman mengikuti forum internasional menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan sekaligus menambah kepercayaan diri dalam dunia akademik," ujarnya.
Di tengah kesibukan beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan di UGM, Rini tetap berusaha memanfaatkan setiap peluang yang datang. Baginya, pengalaman mengikuti summer school dan konferensi internasional bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga kesempatan untuk membawa perspektif yang dimiliki mahasiswa Indonesia ke ruang akademik yang lebih luas.
Kisah Rini menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba sering kali menjadi langkah awal menuju berbagai kesempatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dari ruang kelas MTsN 3 Kota Jambi menuju ruang kelas di UGM, hingga forum akademik internasional di Republik Ceko dan Taiwan, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang dapat membuka pintu menuju pengalaman-pengalaman baru di tingkat global.
Penulis : Anita Safitri
|
84x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...