Selamat Datang di Website Resmi MTsN 3 Kota Jambi # Beli Pinang di Tepi Muara. Pinang Dibelah untuk Bersirih. Website MTsN 3 Kota Jambi Terbuka untuk Semua. Datang Bertamu, Jangan Sungkan Singgah Lagi! # MTsN 3 Kota Jambi - Madrasah Siaga Kependudukan - Madrasah Adiwiyata - Madrasah Ramah Anak - Madrasah Terbaik Pengutamaan Bahasa Negara 2025.
Diposting Pada: Senin, 30 September 2024

OBITUARI MENGENANG KEPERGIAN AS’AD ISMA, PANUTAN GENERASI MUDA MASA KINI

OBITUARI MENGENANG KEPERGIAN AS’AD ISMA, PANUTAN GENERASI MUDA MASA KINI

Perkenalan saya dengan Almarhum Prof. As’ad Isma, Rektor UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, bisa dibilang masih belum genap satu tahun. Sebentar memang, namun meninggalkan kesan yang mendalam. Sabtu (28/09/24) menjelang sore di pendopo MAN 2 Kota Jambi, saya sedang berbicang dengan Bu Melly, guru Bahasa Indonesia dari MAN 1 Kota Jambi. Sebuah ritual yang acapkali kami lakukan jika ada waktu luang usai mengajar bimbel persiapan masuk PTN. Bimbel yang digawangi oleh Pak Dedi, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Provinsi Jambi.

Sungguh saya kaget bukan main saat membuka Whatsapp. Ada berita duka berpulangnya Prof. As’ad. Bukan hanya beberapa grup saja, melainkan status tentang kepulangan beliau sudah berseliweran di jagat maya. Saya ragu apakah informasi ini benar adanya? Rasa-rasanya, seminggu lalu beliau masih mengirimkan saya pesan WA berisikan link youtube-nya. Juga belum lama ini, saya sempat mewawancarai beliau saat liputan sidang terbuka promosi doktor Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi. Kondisi beliau saat itu tampak dalam keadaan sehat-sehat saja. Langit agak mendung, saya dan Bu Melly memutuskan pulang.

Sesampainya di rumah, saya yang masih diselimuti keraguan pun menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada beberapa kawan dosen dan pegawai UIN STS Jambi. Mereka membenarkan hal tersebut. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Seorang kawan yang tak ingin disebutkan namanya mengabarkan bahwa Prof. As’ad Isma meninggal pukul 14.10 WIB di RSUD Raden Mataher.

Ada penyempitan pembuluh darah di dalam otaknya, ditambah pula penyakit gula. Beliau sempat di operasi Rabu lalu di rumah sakit DKT. Karena membutuhkan penanganan khusus, beliau pun dirujuk ke RSUD Raden Mattaher. Juga sehari sebelumnya, beliau sempat mengalami koma. Informasi ini ternyata tidak banyak diketahui publik saking banyaknya orang yang ingin menjenguk beliau ke rumah sakit. Beliau orang baik. Semoga husnul khotimah dan untuk keluarganya semoga diberikan kelapangan hati dan ketabahan jiwa.
***

Singkat cerita, saya akan berkisah tentang sosok Prof. As’ad Isma semasa hidupnya yang low profile, rendah hati, dan tentunya sosok beliau menjadi panutan. Kisah berawal pada acara Pelantikan Pengurus Organisasi PGM (Persatuan Guru Madrasah) Indonesia – Jambi di Rumah Dinas Gubenur Jambi pada Oktober 2023. Saya – yang kala itu baru enam bulan di MTs N 3 Kota Jambi – kebetulan sebagai pengurus PGM Indonesia Kota Jambi bagian IT sekaligus humas. Saya pun mendapat tugas dari Kepala MTs N 3 Kota Jambi untuk mewawancarai Prof. As’ad agar dokumentasinya dimasukkan ke dalam youtube madrasah kami.

Bersama Aderian Kurniawan, kawan humas madrasah, saya menemui Prof. As’ad Isma. Tak disangka, Prof. As’ad Isma sangat ramah. Wawancara pun berjalan lancar. Sesuatu yang di luar prediksi BMKG, beliau mau diwawancarai oleh dua guru muda – yang remah-remahan rengginang ini – setelah sebelumnya permintaan wawancara kami ditolak oleh beberapa pejabat penting lainnya, yang jika ditilik dari struktur birokrasi masih berada di bawah Prof. As’ad.

Saat itu saya membatin, wajah beliau sungguh tidak asing. Kemudian saya menyadari bahwa saya pernah berkunjung ke channel youtube miliknya. Aha, ternyata beliau juga youtuber dengan jumlah subscriber 19,1K.

Dalam berbagai kesempatan acara organisasi, baik PGM maupun ICMI, beliau selalu menyempatkan datang meskipun pernah dalam keadaan terlambat. Sebagai wakil rektor UIN STS Jambi kala itu, tentu jadwal beliau sangat padat. Namun, ketika beliau meluangkan waktunya untuk mendatangi undangan berbagai kegiatan organisasi, bagi saya ini adalah hal yang luar biasa.

Pada pertemuan berikutya di organisasi, saya pernah menanyakan trik agar subscriber youtube naik pesat. Beliau tersenyum sembari menjawab, “Saya punya tim yang mengurus channel youtube saya, Rin. Kuncinya konsisten upload dan jangan lupa di-share sebanyak-banyaknya link video kita.” Juga, ada sedikit ajakan dari saya, “Prof, nanti jika ada waktu luang, ngobrol ya di podcast MTs N 3 Kota Jambi, tapi tunggu kami rilis dulu!” Beliau tersenyum sembari menjawab, “Oh, aman saja itu, Rin, yang penting ada dulu podcast-nya!”

Pada kegiatan yang lain, saya menjadi Duta Anti Korupsi mewakili MTs N 3 Kota Jambi untuk kegiatan Camping Keberagaman yang diadakan oleh FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Korupsi) Jambi. Ternyata Prof. Asad Isma ketua organisasi FKPT Jambi. Di sana, saya menjadi pembawa acara saat pembukaan kegiatan. Malamnya, kami beramai-ramai ke lapangan di hadapan api unggun. Setiap peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok sedang bersiap-siap menampilkan sosio drama yang bertema antikorupsi.

Di sela-sela berdiskusi bersama teman, saya mengambil gambar untuk youtube madrasah. Tiba-tiba dari teras lantai dua, Prof. As’ad Isma melambaikan tangan ke arah saya seraya memanggil, “Rin, sini dulu!” Saya langsung berjalan menujunya, sebab bagi saya, hal paling penting bila bertemu orang-orang hebat adalah mencuri energi positifnya, juga mempelajari cara berpikirnya.

Singkat kata, saya duduk di hadapan Prof. As’ad dan Pak Abdurrahman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi. Sebelum beliau membuka obrolan, saya salami keduanya. Saya pun nekat meminta izin wawancara. Mereka berdua mengiyakan sembari tertawa dan saling pandang. Saya sedikit bingung, padahal saya merasa tak melakukan sesuatu hal yang lucu.

“Rin, kamu itu pindahan dari Kabupaten Kerinci? Dari MTs mana?” tanya Prof. As’ad Isma. Saya pun menjawabnya dari MTs N 5 Kerinci. Lalu beliau bertanya lagi tentang hal lain. “Kamu benar, Rin, keluarganya Pejabat X?” Saya hanya tersenyum sembari membatin. Bagaimana pula identitas cucu ultramen seperti saya bisa terkuak. Siapa yang membocorkan rahasia langit? Tidak, tidak, kita perlu membicarakan sesuatu yang lebih berat daripada ini, Prof, Please.

“Soalnya guru seperti kamu itu langka,” tutur Prof. As’ad. Sementara Pak Kemenag tersenyum-senyum menimpali. Ap aitu langka? Pikir saya, kemungkinan karena hobi saya di bidang jurnalistik. Tak berpikir panjang, saya pun memohon izin wawancara, beliau berdua mengiyakan dan kami pun beringsut ke aula.
***

Waktu berlalu, Desember 2023, Prof. As’ad Isma naik Jabatan menjadi Rektor UIN STS Jambi. Jabatannya memang naik, tetapi tidak banyak yang berubah dari pribadinya. Prof. As’ad tetap humble, bahkan kalau saya WA menanyakan sesuatu juga kerap dibalas. Namun kebanyakan, isi WA kami hanyalah perang link youtube.

Juli silam, saya ditelpon Kasi Penmad Kemenag Kota Jambi dan Kepala MTs N 3 Kota Jambi untuk diminta meliput sidang terbuka promosi doktor Pak Abdurrahman, Kepala kantor Kemenag Kota Jambi di UIN STS Jambi. Ternyata salah satu penguji Pak kemenag adalah Prof. As’ad Isma. Tentulah, usai sidang Prof. As’ad menjadi target wawancara. Seperti biasa, saya dan Aderian mewawancarainya dengan mulus. Saya pun meminta ucapan selamat ulang tahun untuk Masanta Digital Media (MDM) dan beliau pun dengan senang hati memberi ucapan. Beliau sangat sehat kala itu. Wajahnya bersinar dengan jubah kebesaran penguji disertasi dan segenap perlengkapannya.

Saya dan Aderian keluar. Menunggu waktu mewawancarai beberapa pejabat, meski sempat mendapat penolakan karena beberapanya memang sangat sibuk, saya dan Aderian setia menunggu untuk mencari kesempatan mencobanya Kembali. Di sela waktu tersebut, Prof. As’ad sudah berganti pakaian teluk belango berwarna pink. Beliau lewat sepintas lalu di hadapan saya sembari bertanya, “Sudah makan, Rin?” Saya tersenyum mengangguk. Mungkin beliau tahu, saya sedang menanti pejabat yang sedang makan siang untuk diwawancara. Sungguh ini memang pertemanan lintas usia tanpa pandang latar belakang.

Meski Prof. As’ad Isma seorang rektor UIN, yang juga aktif berorganisasi, sebut saja ketua FKPT, wakil ketua Lembaga adat melayu, ketua Asosiasi Dosen Pergerakan, dan anggota berbagai organisasi lainnya, beliau memiliki hubungan baik dengan para akademisi, mahasiswa, wartawan, LSM, hingga masyarakat umum. Dedikasi beliau di bidang Pendidikan tentunya juga sangat banyak sehingga beliau dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Thehok Kota Jambi pada Minggu (29/09/24).

Kepergian Prof. As’ad yang tiba-tiba meninggalkan duka yang mendalam bagi siapa saja yang mengenalnya. Selamat beristirahat dengan tenang, Prof! Nama besarmu akan selalu hidup di hati kami. Tak ada yang bisa kami kirimkan, kecuali doa-doa yang panjang. Al-Fatihah.


Penulis : Rini Febriani Hauri



 


9068x
Dibaca

Berita Lainnya:

  1. HALAL BI HALAL DILINGKUNGAN KEMENAG KOTA JAMBI. 263x dibaca
  2. NAME TAGE SISWA MATSAMA 968x dibaca
  3. ACARA SYUKURAN (PUNGGAHAN) MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1444 H 519x dibaca
  4. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengunjungi MTs Negeri 3 Kota Jambi 791x dibaca
  5. Hari Kedua Puasa, Ulangan Informatika di MTsN 3 Kota Jambi Latih Kejujuran Siswa 37x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTsN 3 Kota Jambi

Mars Madrasah