Selamat Datang di Website Resmi MTsN 3 Kota Jambi # Beli Pinang di Tepi Muara. Pinang Dibelah untuk Bersirih. Website MTsN 3 Kota Jambi Terbuka untuk Semua. Datang Bertamu, Jangan Sungkan Singgah Lagi! # MTsN 3 Kota Jambi - Madrasah Siaga Kependudukan - Madrasah Adiwiyata - Madrasah Ramah Anak - Madrasah Terbaik Pengutamaan Bahasa Negara 2025.
Diposting Pada: Kamis, 28 Agustus 2025

Uji Kinerja PPG: 17 Guru MTsN 3 Kota Jambi Rekam Video Praktik Mengajar. Ini Kata Guru yang Menerapkan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

Uji Kinerja PPG: 17 Guru MTsN 3 Kota Jambi Rekam Video  Praktik Mengajar. Ini Kata Guru yang Menerapkan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

Kota Jambi – Sejak Senin hingga Kamis (25 s.d. 28 Agustus 25), ruang-ruang kelas di MTsN 3 Kota Jambi berubah menjadi studio pembelajaran. Sebanyak 17 guru muda menjalani Uji Kinerja Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan merekam praktik mengajar selama dua jam pelajaran (80 menit). Rekaman ini menjadi bukti profesionalisme sekaligus syarat kelulusan program PPG.

Para guru yang mengikuti uji kinerja berasal dari berbagai bidang studi dan kampus mitra PPG. Dari Universitas Jambi ada Anita Safitri, S.Pd., Rini Febriani, S.Pd., Sherly Bidaria., S.Pd., Tria Hardiyanti, S.Pd., Adi Maulana, S.Si., Ayu Trianawati, M.Pd., dan Dede Riko Saputra, S.Pd. Universitas Negeri Yogyakarta diwakili Aderian Kurniawan, S.Sn., Medi Saputra, S.Sn., dan Astika Cahyarani, S.Pd. Dari Universitas Negeri Semarang hadir Nuri Wulandari, S.Kom., dan Amalia Anwar, S.Kom. Sementara Universitas Pendidikan Indonesia mengirim Herwansyah, S.E., Sy., Wahyu Gustiwandra,S.H., Mhd. Ikhsan, S.H., Rikha Yulia Sari, S.Psi., serta Rizqiyah Nadira S.Psi.

Merekam praktik mengajar ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa guru menyewa videografer demi hasil audio-visual lebih jernih. Ada juga yang bekerja sama dengan rekan sejawat untuk mengatur kamera, sementara sebagian cukup memanfaatkan ponsel dengan tripod sederhana. Rekaman yang akan diunggah berdurasi sekitar 30 menit, terdiri dari perkenalan 1 menit dan potongan inti pembelajaran. Namun untuk berjaga-jaga, semua guru tetap menyiapkan video penuh berdurasi 80 menit, jika sewaktu-waktu panitia membutuhkan bukti tambahan ketika ada sintaks pembelajaran yang terlewat.

Kendala teknis sempat muncul, mulai dari mikrofon yang kurang jelas, pencahayaan kelas yang redup, hingga siswa yang awalnya canggung dengan kehadiran kamera. Meski demikian, para guru berusaha menjaga suasana tetap natural agar proses belajar tetap berjalan efektif.

Awalnya gugup sekali, seperti diuji dua kali sekaligus, oleh siswa dan oleh kamera. Tapi setelah beberapa menit, kami bisa mengajar normal. Tantangan terbesar justru menjaga siswa tetap fokus sepanjang rekaman, ungkap Aderian Kurniawan, S.Sn.
Hal menarik tampak dari kelompok guru Bahasa Indonesia. Mereka sepakat menerapkan pendekatan deep learning yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menurut Anita dan Rini, pembelajaran bahasa tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus membangun kesadaran kritis sekaligus membentuk karakter.

Mengajar Bahasa Indonesia tidak cukup hanya dengan teori. Dengan deep learning terintegrasi KBC, siswa bisa memahami teks lebih mendalam dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata, sambil menanamkan nilai cinta Allah, cinta ilmu, cinta sesama, dan cinta tanah air, jelas Anita Safitri, S.Pd.

Siswa pun ikut merasakan pengalaman baru ini. Niko, siswa kelas VIII-4, mengaku sempat kikuk di awal.
Waktu kamera dinyalakan, saya jadi sering menoleh ke kamera, bukan ke guru. Lama-lama jadi terbiasa, ternyata asyik juga, seperti ikut syuting film tapi tetap belajar, ujarnya polos.

Lain pula dengan guru PJOK MTs N 3 Kota Jambi, Ayu Trianawati, M.Pd. Dirinya menegaskan bahwa pembelajaran olahraga kini tidak cukup lagi dengan pendekatan surface learning yang hanya menekankan keterampilan gerak dasar dan pencapaian nilai di rapor.

Sekarang kita menerapkan deep learning karena yang dikejar bukan sekadar nilai, melainkan pemahaman bermakna dari setiap aktivitas. Saat bermain bola, misalnya, siswa bukan hanya belajar menendang atau mencetak skor, tetapi juga kerja sama, disiplin, sportivitas, dan saling menghargai. Dengan mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta, olahraga menjadi sarana menanamkan nilai kehidupan. Jadi olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan pembelajaran karakter, ungkapnya.

Sementara itu Guru Seni Budaya, Medi Saputra, S.Sn., menilai bahwa penerapan deep learning yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sangat tepat dalam pembelajaran seni, karena seni bukan sekadar keterampilan menggambar atau menari, tetapi sarana menggali makna terdalam tentang kehidupan.

Seni selalu lahir dari rasa dan cinta. Dengan deep learning, siswa diajak tidak hanya meniru bentuk atau teknik, melainkan memahami filosofi di balik sebuah karya—mengapa sebuah gerakan tari lahir, apa pesan dari sebuah lukisan, atau bagaimana musik bisa menyatukan perasaan. Integrasi dengan KBC menjadikan setiap karya seni sebagai media internalisasi nilai: cinta kepada Allah sebagai sumber segala keindahan, cinta ilmu melalui eksplorasi kreatif, cinta diri dan sesama lewat penghargaan terhadap martabat manusia, cinta lingkungan melalui pelestarian alam yang menginspirasi seni, serta cinta tanah air dengan menjaga warisan budaya. Dengan demikian, seni bukan hanya ekspresi estetik, melainkan jalan mendidik hati dan membentuk karakter, ungkapnya.

Sebelum tahap uji kinerja ini, pada Sabtu (23/8) para guru muda telah menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) berbasis domisili secara daring. Seluruh perkuliahan PPG dilaksanakan secara online melalui LMS (Learning Management System) Ruang GTK bekerja sama dengan Kemendikdasmen. Program ini sepenuhnya dibiayai oleh negara sehingga para guru bisa fokus menimba ilmu tanpa terbebani biaya kuliah.

Meski melelahkan, para guru tetap optimis. Mereka menaruh harapan besar agar segera lulus PPG dan memperoleh sertifikat pendidik. Namun lebih dari itu, pengalaman ini dianggap sebagai bekal berharga untuk mengajar lebih baik.

Kami ingin menjadi guru profesional yang bukan hanya piawai menguasai materi, tetapi juga mampu membimbing siswa dengan hati, menguasai teknologi, dan relevan dengan perkembangan zaman, tutur Nuri Wulandari, S.Kom.

Kini, para guru bersiap mengunggah hasil rekaman beserta modul ajar pada 29–31 Agustus 2025. Dengan wajah lega bercampur tegang, mereka meninjau ulang hasil editing, menyesuaikan audio, dan memastikan seluruh sintaks pembelajaran terekam sempurna. Kerja keras ini diharapkan berbuah manis, melahirkan pendidik-pendidik profesional yang siap mengabdikan diri demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Penulis : Rini Febriani Hauri
Editor : Rini Febriani Hauri

 


6899x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. KOMITMEN MADRASAH TENTANG SSK/ MSK (MADRASAH SIAGA KEPENDUDUKAN) DI MTs NEGERI 3 KOTA JAMBI 334x dibaca
  2. Hari Perdana Ujian Madrasah: Siswa Antusias, Pelaksanaan Lancar 14x dibaca
  3. RAPAT KELULUSAN KELAS IX 292x dibaca
  4. Guru MTsN 3 Kota Jambi, Hendri, M.E, Sy, Lolos Seleksi Nasional Program Bina Talenta Indonesia di UNJ 1607x dibaca
  5. SOSIALISASI KEGIATAN PROGJA MADRASAH 257x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTsN 3 Kota Jambi

Mars Madrasah